What Plato Said

Plato said that at the touch of love, everyone becomes a poet.

Really?

Setiap orang pasti pernah merasakan jatuh cinta - dan setiap sensasi yang muncul bersamaan dengannya. Kalau lagi jatuh cinta, pasti langsung deh pada seneng dengerin lagu yang bikin baper atau baca quotes yang galau - galau. Malahan mungkin ada yang bikin status yang isinya kode ke gebetan atau gombalin cemcemannya wkwkwk.

Well, aku juga pernah kok ada di masa - masa itu dulu.

Dulu?

Yes.

What about now?

I don't know. Do you ever feel like you too afraid to fall in love because you afraid of the 'fall' itself?
That's probably what I am feeling right niow.

I do miss those old times. Aku kangen dengan masa - masa excitednya ketika having a crush on someone, Ketika ngeliatin si dia dari jauh tapi malu pas ngeliat dari deket. That kind of  unrequited high school crush. Tapi, aku juga takut dengan kata 'fall' yang mengiringi ungkapan 'fall in love' tadi. I told myself to be stronger to not fall in that kind of love anymore. 

Why?
I want someone to find me and love me for who I am. I don't want to seek for love. I'm letting the love finds me. Duh malah jadi curhat.

Intinya, aku kangen sama masa - masa having a crush on someone karena masa - masa itu bikin banyak inspirasi buat nulis puisi WKWKWK. Rasanya kalau nulis puisi itu menurutku harus diiringi mood dan perasaan yang pas supaya bisa mengena di hati *ceilah bahasanya. Kalau nulis puisi cuma berdasar common sense dan ngeraba - raba perasaan yang sesuai sama puisinya rasanya gak pas, kayak makan sayur tanpa garam, kurang enak dan kurang syedap.

Tetapi eh tetapi, menulis kan gak harus melulu tentang cinta ya? Banyak hal di hidup ini yang bisa menjadi inspirasi dan juga sama indahnya dengan si cinta yang bittersweet kayak stroberi itu. Tinggal dilatih aja melihat segala hal dari berbagai perspektif biar ketemu sisi pasnya buat ditulis. Gils.

So, I'll start looking for all the beautiful things in life then.

'Till we meet again! 
   

Comments

Popular Posts