You've Been Watched | #MovieStory : The Truman Show
Pernahkah kalian bayangkan, seluruh kehidupan kalian diawasi, dikontrol
Tanpa kalian pernah tahu dan sadari?
Pernah nggak kalian merasa gerak - gerik kalian diawasi oleh seseorang? To the point that he/she know your personal identity? Pasti rasanya gak enak banget kan. Sekarang, bayangin gimana kalau seluruh hidup kalian ini diawasi, bahkan ditonton oleh jutaan pasang mata yang ada di dunia ini? Sounds terrifying, right? Hal inilah yang dialami sama Truman Burbank (diperankan oleh Jim Carrey), di mana sejak dia lahir sampai dewasa, seluruh kehidupannya disiarkan selama 24 jam nonstop lewat sebuah acara TV. And the worst part is : he didn't know that.
Kisah dimulai ketika Truman menjalani kehidupannya yang biasa sebagai seorang agen asuransi di Seaheaven. Setiap harinya berjalan seperti biasa layaknya kehidupan orang pada umumnya : bangun tidur - berangkat kerja - bekerja - pulang, and so on. Keanehan mulai dirasakan Truman ketika suatu pagi ada sebuah benda asing yang jatuh dari langit (dan selanjutnya ketahuan benda itu adalah lampu sorot yang biasa ada di studio - studio). Sampai sini Truman masih menjalani hidup seperti biasa. Sampai suatu ketika ia merasa bahwa kehidupan berjalan seperti sudah diatur, where the whole world revolve on him. Pada titik ini ia teringat dengan seorang wanita bernama Sylvia yang merupakan cinta pertamanya yang ia temui ketika sekolah dulu. Ketika itu Sylvia mengatakan kepada Truman bahwa semua orang di sekitarnya berbohong kepadanya - mereka semua tahu mengenai Truman. Semua hal di kehidupan Truman, semuanya tidak nyata. Pada awalnya Truman tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sylvia, tetapi kembali ke masa saat ini (di mana kejadian aneh mulai dirasakan Truman), ia mulai merenungkan kembali apa maksud Sylvia.
Pergolakan batin dalam diri Truman berlanjut, di mana ia semakin merasa bahwa kehidupannya digerakkan oleh orang lain. Di samping kebingungannya itu, dia punya satu impian : dia ingin keluar dari Seaheaven melepaskan seluruh rutinitasnya dan pergi ke Fiji.
Akhirnya terungkap bahwa kehidupan Truman adalah sebuah acara televisi. His whole life from born until now are all a TV show. Terungkap bagaimana semenjak masih dalam kandungan Truman sudah di 'set' untuk menjadi bintang dalam acara TV tersebut, di mana dikatakan Truman Show adalah sebuah acara TV yang real, yang menampilkan Truman apa adanya tanpa ada rekayasa. Keluarganya, teman - temannya, bahkan istrinya, semua adalah aktor yang dibayar untuk berperan dalam The Truman Show. Bahkan Seaheaven sendiri adalah sebuah 'dunia' buatan yang dibuat untuk kepentingan acara The Truman Show.
Sepuluh menit terakhir dari film ini diisi dengan perjuangan Truman untuk bisa keluar dari Seaheaven. Bagaimana ia menghadapi ketakutannya akan laut (karena ayahnya meninggal di laut), sehingga ia bisa lepas dari hidupnya di Seaheaven. Di sini terlihat keegoisan produser acara The Truman Show, Christof yang tidak ingin Truman keluar dari Seaheaven (karena dengan keluarnya Truman maka berakhirlah The Truman Show), di mana ia terus berusaha menghalangi Truman agar tidak pergi. Pada akhir film diceritakan Truman akhirnya berakhir sampai di 'ujung' Seaheaven dan menemukan pintu keluar dari studio Seaheaven, keluar dari hidupnya yang lama.
Film ini memang udah lama (tahun 1998), tapi tetap sarat makna. Melihat film ini bikin aku jadi mikir : how's living like Truman? Gimana rasanya kalau ternyata hidup kita yang kita jalani ini digerakin oleh orang lain? Gimana kalau selama ini kita diawasi oleh orang lain? Living like that maybe feels like not living at all. Sadar ato enggak, kalau dipikir - pikir pasti ada sebagian dari hidup kita yang secara gak langsung diarahkan oleh orang lain. Misalnya : di mana kita sekolah, ke mana kita lanjutin kuliah, harus ambil jurusan apa sewaktu kuliah, and so on. Hal ini gak sepenuhnya jelek. Karena mostly yang mengarahkan kita pada keputusan - keputusan yang tadi aku sebutin (or other important things in our life) adalah orang tua kita. Dan yang pasti semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak - anaknya. Mungkin ketika kita diarahin sama orang tua buat milih jurusan kuliah contohnya, kita masih diberikan alternatif pilihan, dan orang tua kita hanya memberikan pendapat dari perspektif mereka dan kita lah yang pada akhirnya mengeksekusi keputusannya. Tapi dalam kasusnya Truman adalah, dia gak dikasih kesempatan untuk memilih, he's being forced to do all of it, to do his live. Apa artinya hidup ketika kita gak punya pilihan? Kita cuma ibarat robot yang ngejalanin perintah orang lain. And that's not living at all.
Bagian terbaik dari film ini menurut aku adalah ketika Truman berusaha keluar dari Seaheaven. Ia mungkin belum tau kalau hidupnya adalah acara TV, but he desperately try to escape. Dia berusaha sekuat tenaga untuk bisa keluar dari hidupnya di Seaheaven. Dia mungkin gak tau apa yang terjadi selama ini dengan hidupnya, tetapi dia tetap berusaha untuk mengakhiri itu semua. And he overcomed his fear so he can escape his life. Dan ketika akhirnya ia sampai di ujung 'dunia'nya, ketika ia sadar apa yang terjadi selama ini tentang hidupnya, that moment was priceless. Aku bisa ngerasain gimana akhirnya perjuangan Truman untuk lepas dari dunianya terbayar. Bahkan ketika ada suara dari langit (yang merupakan suara sang produser acara) yang tetap membujuk Truman untuk tetap di dunianya, dengan segala doktrin bahwa kehidupannya yang saat ini adalah kebenaran yang sejati dan dunia tempat ia berada sekarang adalah dunia yang paling baik untuknya, Truman hanya tersenyum sambil mengatakan kalimat khas yang selalu ia katakan :
" And in case I don't see ya : good afternoon, good evening, and good night!"
Dan akhirnya, Truman keluar dari 'dunia'nya, menuju ke dunia yang sesungguhnya - dunia tanpa script, que card, storyboard, dan arahan sutradara.
'Till we meet again!
Comments
Post a Comment