Sering Merasa Iri? Coba Baca Ini

Pernah nggak kalian lagi asyik scroll Instagram, terpapar sama segala macam postingan orang - orang di Instagram yang keliatannya hidupnya perfect banget, dan tiba - tiba muncul rasa iri melihat bahwa hidup kalian nggak sesempurna mereka?


"Kok hidup mereka perfect banget ya?"


Kalau kalian pernah merasakan hal di atas, kalian tidak sendiri. Coba kalian search di Google dengan keyword 'Instagram makes me envy'. Banyak artikel yang membahas hal tersebut dan kalau banyak dibahas berarti hal ini sudah 'seserius' itu. 

Aku juga mengalami hal itu kok. Mungkin banyak yang berpikir kalau cuma orang yang lagi down aja yang gampang ketrigger sama hal kayak gini. Tapi, coba kaliam ingat - ingat lagi, pasti pernah kan kalian lagi santai - santai di rumah feeling just okay terus tiba - tiba karena those Instagram posts kalian merasa down


Ayo ngaku.


Ada sebuah artikel dari The Guardian di mana seorang Clinical Psychologist bernama Rachel Andrew bilang kayak gini : 


"No age group or social class is immune from envy"


Tidak ada kelompok umur ataupun kelas sosial yang kebal dari rasa iri. Bener juga sih. Di usia berapapun kita, mau mapan ataupun belum mapan, pasti ada aja rasa kekurangan dalam diri kita yang bakal makin ketrigger ketika melihat orang lain dengan segala pencapaian orang lain di luar sana. Apalagi sekarang dengan mudahnya orang berbagi apapun di media sosial. Cuma mungkin apa yang diirikan masing - masing orang juga beda, tergantung umur dan juga lifestyle.

Misalnya aku sendiri, dulu aku sering iri kalau ngeliat orang - orang di Instagram yang cantik, kurus, dan lain - lain yang bikin hidup mereka keliatan perfect. Iya, keliatan. Kan aku nggak tau hidup mereka di kehidupan nyata kayak apa.


Bodoh ya?
Memang.


Kalau aku throwback ke saat itu, apa sih yang bikin aku iri sama mereka? Mereka punya hal yang nggak aku (pikir) punya, yaitu cantik. Dulu aku merasa aku nggak cantik, so seeing others having what I (thought) don't have, makes me envy and want to be like them. 

Kalau ditanya saat ini aku masih iri nggak lihat yang cantik - cantik di Instagram? Jawabannya adalah not really. Seiring berjalannya waktu, aku sekarang lebih mengenal dan mencintai diriku sendiri dengan segala hal yang ada di diriku. I'm just beatiful me kalo katanya Mbak Selena Gomez.  Jadi aku udah nggak terlalu membandingkan diri dengan kakak - kakak hits Instagram. Ya walaupun yang namanya manusia pasti emang dasarnya punya kecenderungan membandingkan diri sama orang lain sih, tapi kalau untuk saat ini gak sampai ke tahap iri lagi.

Tapi, seperti ulat menjadi kepompong lalu kupu - kupu, ternyata rasa iri juga bisa berubah. Atau lebih tepatnya objek yang diirikan berbeda. Kalau dulu hal yang bikin iri 'sedangkal' masalah penampilan fisik, sekarang melihat orang - orang sukses dengan karir, bisnis, dan pencapaian lainnya juga bisa memicu rasa iri. Padahal kita nggak tahu keringat, darah, dan jatuh bangun macam apa yang mereka lalui untuk bisa mencapai kesuksesan saat ini. Kita cuma tergiur dengan 'betapa mudah keliatannya' sukses mereka raih dan hal - hal menyenangkan yang menyertai kesuksesan tersebut.

Padahal, coba deh kalian pikir lagi, memangnya bidang yang mereka geluti sampai mereka sukses itu, yang bikin kalian pengen juga itu, adalah bidang yang kalian minati juga? 

Ada 2 kemungkinan. Yang pertama adalah kalian nggak minat tapi kalian tergiur aja sama buah yang dipetik sama orang yang kalian iriin itu. Buat yang tipe kayak gini mendingan kalian renungkan dulu, sanggupkah kalian banting tulang untuk bekerja di bidang yang sama dengan objek iri kalian, supaya bisa sukses seperti mereka? 

Denger - denger jalanin sesuatu yang gak diminati itu berat lho.

Kemungkinan kedua, kalian minat juga sama bidang yang dijalani sama orang tersebut, makanya begitu liat pencapaian mereka rasanya sakitnya tuh di sini (nunjuk dada sebelah kanan). Kalau kalian termasuk tipe yang ini, sini merenung juga,

Kira - kira apa kalian udah berusaha sekuat, secapek, sesakit orang yang bikin kalian iri?

Kata orang sih, usaha tidak akan mengkhianati hasil.


Jadi, sebenarnya iri itu apa sih?



A feeling of discontented or resentful longing aroused by someone's possessions, qualities, or luck.

Atau

Perasaan tidak puas atau marah karena hal yang tidak bisa dimiliki sekarang, yang muncul karena harta, kualitas, atau keberuntungan seseorang. 


Seperti contoh aku yang dulu iri sama 'kecantikan media sosial' karena (merasa) nggak punya hal yang mereka punya, ternyata iri itu munculnya bukan dari sempurnanya postingan Instagram, tapi dari dalam diri kita sendiri yang merasa kurang karena tidak punya apa yang orang lain punya. 

Kalau aku pribadi, strategi ketika diri ini mulai merasa tidak mampu, merasa kurang dibandingkan orang lain yang ujung - ujungnya bikin iri adalah merenung. Dari tadi ya disuruh merenung melulu. Tapi it works lho, karena dari hal yang aku renungin di bawah ini :

Kenapa aku iri?
Apa aku mau jadi kayak mereka?
Apa hal yang mereka lakukan juga hal yang aku minati?


Biasanya jawaban untuk pertanyaan terakhir adalah 'tidak'. So, I'll stop the envious feeling there.


Seperti kata Om Piring di buku Filosofi Teras :

"Manusia tidak memiliki kuasa untuk memiliki apapun yang dia mau, tetapi dia memiliki kuasa untuk tidak mengingini apa yang belum dia miliki, dan dengan gembira memaksimalkan apa yang dia terima"

Karena itu, penting untuk kita mengenal diri kita sendiri dengan lebih baik. Dengan lebih mengenal diri kita, kita jadi lebih tahu apa minat kita dan apa yang paling kita kuasai. Kerja keras, geluti apa yang kita bisa sampai akhirnya kita bisa meraih pencapaian seperti objek iri kita, atau bahkan lebih.

Siapa tau nanti pencapaian kalian bisa bikin orang lain iri. Kalau sampai begitu, suruh dia baca tulisan ini. Hehe.

'Till we meet again!

Comments

Popular Posts