Sedikit Tentang Self-Love yang Perlu Kita Tahu
Kalau kita lihat beberapa tahun belakangan ini, istilah 'self-love' itu jadi istilah yang populer. Banyak artikel yang membahas soal self-love - manfaat dan pentingnya - dan biasanya kalau udah ngomongin self-love, istilah lain yang keluar adalah "self-care" yang seringkali disebut perwujudan dari self-love.
Apa sih self-love itu?
Ada satu definisi dari self-love menurut Merriam-Webster yang menurutku paling sederhana dan menjelaskan dengan baik :
Self-love
Love of self (cinta kepada diri sendiri)
Self-love adalah rasa cinta kita kepada diri sendiri. Sesimpel itu.
Tapi, yang bikin jadi rumit mungkin adalah maksud dari 'cinta' itu sendiri. Sejauh yang aku tahu, setiap orang punya pemahaman sendiri mengenai apa itu cinta.
Buat seseorang mungkin memberikan hadiah itu wujud cinta, makanya ada yang bilang self-love adalah memberikan diri sendiri hadiah. Ada juga orang yang merasa cara mereka mencintai itu adalah dengan memperhatikan kesehatan, makanya mereka berolahraga sebagai bentuk cinta kepada diri mereka.
Balik lagi, tidak ada yang salah dengan definisi setiap individu itu. Oh iya, kalau kita lihat lagi definisi self-love menurut Merriam-Webster tadi, ada lagi lanjutannya :
Self-love
Love for self : such as (cinta kepada diri sendiri : misalnya)
a. an appreciation of one's worth or virtue (sebuah penghargaan terhadap nilai atau moral seseorang)b. proper regard for and attention to one's own happines or well-being (perhatian yang tepat terhadap kebahagiaan dan kebaikan diri sendiri)
c. inflated love or pride in oneself (cinta atau kebanggaan yang berlebihan terhadap diri sendiri)
Kalau kita lihat dari definisi di atas, sebenarnya nggak ada sama sekali yang mengaitkan arti self-love dengan urusan penampilan fisik seseorang. Tapi ironisnya seringkali masalah kurang atau tidak cintanya seseorang terhadap dirinya adalah karena masalah penampilan fisik (terutama mungkin untuk perempuan).
Dulu, aku termasuk orang yang tidak suka dengan diriku sendiri. I don't hate myself, but I just don't love myself. Bukan hanya soal fisik, terkadang, aku juga merasa kalau banyak orang - orang hebat di luar sana sementara aku sendiri masih kurang di sana - sini.
Butuh waktu yang lama untuk aku bisa sampai ke tahap di mana I can proudly say I do love myself. Tanpa ragu saat ini aku akan bilang kalau aku cinta dengan diriku, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Mungkin karena faktor usia dan pola pikir yang udah lebih matang daripada dulu, aku jadi bisa menerima kalau aku memang punya kekurangan.
Tapi, let me make myself clear here :
'I love myself' bukan berarti tutup mata jika memang ada sesuatu hal di dalam diri kita yang menurut kita perlu di ubah.
Misalnya, kalau kita merasa kita gendut sampai baju yang kita pakai udah sesak, maka berolahragalah/diet (yang sehat).
Misalnya, kita merasa kita orangnya pemalas banget, maka ubahlah sifat kita itu.
Jangan pakai excuse 'gue kan cinta sama diri gue jadi ya beginilah gue adanya', tanpa berusaha menjadi lebih baik. Itu namanya cinta buta.
Yang perlu diingat di sini, berusaha menjadi lebih baik itu jangan sampai kita jadi stress banget dan ngoyo, merasa kalau kita gak layak kalau kita gak mencapai apa yang kita inginkan. It's a big no.
Ingat poin b definisi self-love tadi :
perhatian yang tepat terhadap kebahagiaan dan kebaikan diri sendiri)
Semua kadarnya harus tepat.
Jangan terlalu stress, jangan terlalu ngoyo, tapi jangan juga terlalu cinta sama diri sendiri sampai jadi gak peduli sama orang lain. Nanti jatohnya malah jadi poin c definisi self-love a.k.a narsis.
Kalau dari aku sendiri, tahap awal dari memulai mencintai diri sendiri adalah memaafkan diri sendiri.
Aku pernah dengar kalimat ini :
Mungkin selama ini kita berusaha menerima kekurangan kita, tapi kita lupa untuk memaafkan diri kita sendiri.
Kita menerima kalau kita tidak seperti orang - orang yang kita kagumi. Lalu, sebagai bentuk cinta kita kepada diri kita sendiri, kita berusaha menjadi lebih baik. Tapi saat kita berusaha sekuat tenaga dan ternyata kita belum berhasil menjadi seperti yang kita harapkan, seringkali kita keras terhadap diri kita sendiri. Kita tidak memaafkan diri kita dengan ucapan :
"kok gue gak bisa sih jadi kayak mereka padahal udah berusaha"
yang pada akhirnya bermuara ke
"gue emang payah"
Ketika kita mencintai diri kita, memaafkan diri kita, maka kita akan berkata :
"gue sudah berusaha yang terbaik"
"gak apa - apa, nanti gue coba lagi"
"mungkin ada hal lain lebih baik buat gue"
Mencintai diri sendiri harus dimulai dari kesadaran diri. Seperti kata Oprah Winfrey dalam bukunya yang berjudul 'Yang Aku Tahu dengan Pasti' berikut :
"... jika Anda belum mengetahui bahwa Anda berharga, tak ada yang bisa dikatakan oleh teman, keluarga, atau pasangan hidup untuk meyakinkan bahwa Anda berharga."
Ada dua hal yang mungkin bisa membantu untuk kita sadar kalau kita pantas untuk dicintai (oleh orang lain dan diri kita sendiri tentunya).
Coba lihat kembali berkat dan cinta yang kita dapatkan. Sama seperti bagaimana orang tua kita mencintai kita, kita berhak untuk itu.
Semoga post ini bisa membantu untuk belajar dan memulai self-love ya! Ingat, we all deserve to love and be loved.
'Till we meet again!
Comments
Post a Comment