Dream Big
"Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia..."
- Laskar Pelangi - Nidji
Waktu kecil, pasti kita sering ditanya "Susan, Susan, Susan, kalau gede mau jadi apa?"
Biasanya sih kalau anak kecil pas ditanya kayak gitu jawabannya gak bakal jauh dari :
"Jadi dokter!"
"Jadi polisi!"
"Jadi guru!"
Atau kalau yang bervariasi dikit
"Jadi astronot!"
Tapi, biasanya ini template cita - cita anak generasi 90an sih. Kalau yang ditanya anak 2010an, mungkin jawabannya bakal jadi :
"Jadi youtuber!"
"Jadi selebgram!"
"Jadi pro player!"
"Jadi yang bisa membahagiakan kamu 😉" (ini sih anak yang dewasa sebelum waktunya 😂)
Hayo, kalian cita - citanya apa? Kalau aku sih waktu kecil pengen jadi penyanyi, terus bertahan sampai ya kira - kira SMA. Waktu kuliah beda lagi cita - citanya : pengen jadi dosen. Jauh ya dari penyanyi ke dosen wkwkw
Waktu punya cita - cita jadi penyanyi sih sebenernya bukan tipe cita - cita yang kayak 'this is my dream job' gitu. Cuma karena aku suka nyanyi aja. Nah, kalau cita - cita jadi dosen itu muncul setelah aku menyadari salah satu passion aku yaitu mengajar. Bisa dibilang ini cita - cita yang 'lebih serius' kalau dibandingkan sama cita - cita jadi penyanyi tadi. I really enjoy teaching, dan aku pikir jadi dosen bakal bisa banget nyalurin passion aku itu.
By the way, kalian pernah gak baca quote ini :
"If your dreams do not scare you, they are not big enough" - Ellen Johnson Sirleaf
Nah, walaupun jadi dosen itu cita - cita yang serius dan lumayan aku pikirkan buat aku capai (udah sampai mikir mau S2 segala, FYI kalau mau jadi dosen minimal lulusan S2), karena udah sibuk kerja aku jadi lumayan lupa sama cita - citaku yang satu itu. Bahkan sampai ke tahap aku mikir "apa tetep mau kuliah lagi ya, apa tetep mau jadi dosen ya?" (walaupun sebenarnya awalnya aku mau S2 bukan karena biar bisa jadi dosen juga sih, tapi karena aku memang mau aja). Bisa dibilang aku udah ngerasain hal yang baisa dibilang orang kebanyakan : kalau udah bisa cari duit pasti jadi males kalau mau kuliah lagi.
Sebenarnya, aku punya mimpi yang lain. Aku ingin jadi penulis. I really love writing. Awalnya aku sadar aku bisa nulis sih ketika SMP, tapi mulai sering nulis yang buat 'dipamerin' (baca : di share) ke orang itu ketika kuliah. Contohnya kayak tulisan di blog ini.
Salah satu sifat jelekku adalah aku orangnya bosenan dan anget - anget 💩 ayam. Memang aku gak bosen nulis, tapi aku gak konsisten nulis. Aku masih punya mimpi itu, tapi aku terjebak dalam privilege dari mimpi.
Tau gak apa itu privilegenya mimpi?
Mimpi kita membuat dunia rasanya indah, ketika terbayang mimpi kita nantinya tercapai, baru bayangannya aja, rasanya kita udah bahagia.
Coba deh, waktu kita masih sekolah, ibaratnya ketika kita masih belum dewasa dan belum sepenuhnya bertanggung jawab atas hidup kita, membayangkan mimpi kita tuh indah banget.
Tapi, ketika sudah dewasa, ketika sudah menghadapi 'the real world', ketika punya kuasa dan tanggung jawab untuk diri sendiri, rasa takut mulai muncul.
Mimpi yang tadinya rasanya 'so far away', ibarat bintang di langit yang indah tapi tidak bisa kita sentuh, rasanya jadi dekat, jadi lebih mungkin buat diraih, tapi di saat yang sama kemungkinan buat gagal juga semakin jelas.
Mungkin memang aku aja yang berpikir begitu. Malahan mungkin ketika udah dewasa orang lain lebih bersemangat dan optimis kalau mimpinya tercapai. Sementara aku, I was too afraid of failure.
Oh iya, selain rasa takut, mungkin juga setelah terjun ke masyarakat, ada banyak orang yang mulai 'berkompromi' dengan realita yang mereka hadapi. Berkompromi di sini maksudnya mereka berpikir bahwa mimpi mereka, yang begitu mereka idam - idamkan ketika kecil, mungkin lebih indah untuk sekedar jadi mimpi, karena dalam perjalanannya di kehidupan sebagai orang dewasa ada begitu banyak hal lain yang harus mereka utamakan sehingga mimpi mereka harus dikesampingkan.
***
Lalu suatu hari, tiba - tiba muncul mimpi baru dalam diriku. Masih ada hubungannya dengan jadi penulis sih, but this is some sort of 'crazy' thought for me. Aku sampai mikir 'gila apa ya gue mimpi begini?'. Kali ini aku bukan takut sama gagalnya, tapi aku takut kalau aku lagi gak bener aja otaknya sampai bisa punya mimpi begitu 😂
Saat itulah aku teringat quote yang ada di atas tadi : if your dreams do not scare you, they are not big enough.
Hmmm, jadi ini rasanya dibikin takut sama mimpi sendiri?
Terus balik lagi nih ke permasalahan ketakutan yang pertama : takut gagal. Kali ini aku udah tau langkah apa yang akan aku ambil buat menghadapi ketakutan ini.
Aku bertekad buat 'yaudah lakuin aja, pokoknya nulis aja', kayak taglinenya Nike : just do it. Kalau aku gak nulis terus, aku gak bakal tau bakal tercapai atau nggak. Dan kalaupun gak tercapai seenggaknya aku melakukan hal yang aku suka, dan bisa berbagi lewat hal yang aku suka itu ke orang lain.
Kadang rasa takut yang muncul juga bukan cuma soal berhasil atau gagalnya sih. Takut dijudge juga salah satunya. Tapi, balik lagi, dengan semangat 'just do it' tadi aku mencoba mengalahkan rasa takut itu. As long as there is someone that feels my writing helps him/her, I will happily share my writing then.
Setiap hari, ketika ingat soal mimpiku yang sekarang, aku selalu semangat. Kadang juga sampai mau nangis saking pengennya wkwkwk Apalagi kalau ingetnya pas lagi kerja, duh langsung gak fokus jadinya.
Ada yang bilang, punya mimpi jangan diceritain nanti bisa gak tercapai. Ada juga yang bilang justru bagusnya diceritain biar kita semakin terpacu buat mencapainya. Aku nggak tahu sih yang bener yang mana. Mungkin, as long as kita berusaha dan konsisten dengan apa yang kita lakukan, if it is meant to be, then it will be.
So, I just want to share my dream here, the one that makes me happy everytime I think of it :
I want to be a writer in Korea 💕
Write songs, dramas, movies. I don't know which one. I don't know if I will write in Korea or write in Indonesia about Korean music, dramas, or movies. Or maybe write about anything, anywhere. As long as I am writing, I know I will be happy.
Jadi, apa mimpi kalian?
'Till we meet again!
Comments
Post a Comment