Dear My Friends
Waktu masih sekolah dulu aku selalu mikir kalo punya banyak temen itu keren. Keliatannya punya banyak temen itu semacam pengakuan kalo kita itu matters. Buatku yang introvert dan bukan golongan anak eksis, dulu aku selalu insecure karena nggak punya banyak temen.
<kalo dipikir lagi sekarang, konyol banget ya insecurenya dulu 🤣>
Sekarang ketika udah dewasa, aku baru sadar kalo yang penting bukan banyaknya jumlah temen, tapi seberapa banyak perhatian dan cinta yang saling kita berikan satu sama lain.
Belakangan ini aku suka mikir: 'kira - kira apa ya yang orang lain rasain waktu ketemu/interaksi sama gue?' Nggak jarang juga aku suka minder karena ngerasa aku nggak seru dan dan kaku 🤣 (padahal kalo udah 'panas' mah anehnya keluar). Or to the deeper side of the question: apa ya yang orang lain dapet dengan bertemen sama gue?
Pernah ada temen yang nanya:
'what is your life purpose?'
For me, my life purpose is to share kindness to others:
Berbagi kebaikan sekecil apapun, dengerin curhat temen dan kasih advice/comfort, berbagi insights yang aku dapet dari buku atau lewat tulisanku, ngajarin hal yang aku bisa dengan detail. And I owe that to someone.
Satu - satunya orang yang pernah aku jadikan panutan adalah dosenku waktu kuliah dulu. Dulu aku sering ngobrol dan cerita - cerita sama beliau. Mulai dari soal kuliahan dan skripsi, sampai ke soal pilihan hidup. Aku yang pernah punya cita - cita jadi dosen sampai mikir kalo nanti aku jadi dosen, aku pengen jadi dosen kayak beliau.
Fast forward ke saat ini, aku sadar. Aku sangat kagum dan hormat sama dosenku itu karena satu hal: he listens well and always give his thoughts on everything that I share. Beliau mendengarkan dengan baik setiap omongan, baik yang penting maupun nggak penting, juga memberikan his perspective on it, tapi nggak judging dan 'nyetir' supaya kita ikutin advice dia.
And I really hope I can be that person.
Biarpun begitu, kadang aku juga suka minder sih sama what I can give to others. Misalnya ketika orang lain curhat, aku takut kalo aku kurang memberikan comfort kepada dia, atau kata-kataku menyinggung mereka.
Aku selalu bersyukur dengan apa yang aku punya sekarang, termasuk temen - temen yang aku punya (and you'll know who you are). Walaupun kita jarang ketemu dan nggak punya hubungan yang deket banget, tapi aku percaya kalo ketika butuh apapun, they'll be there and give what they can, nothing more and nothing less.
Melihat teman - temanku juga aku jadi belajar akan banyak hal, soal hidup dan cara pandang mereka akan sesuatu. Aku juga lebih bisa menghargai hidup, sambil terinspirasi oleh semangat juang mereka dalam menjalani hidup mereka masing - masing.
Selain itu, aku juga bersyukur bertemu banyak orang baik yang inspiring, yang dari mereka aku belajar dan ngeliat contoh nyata kalo kebaikan itu bisa menular: you do good and others feel inspired to do good as well for another person, and the chain of kindness goes on.
Hai, sadar ato nggak, you made who I am today.
Kalo kata Tulus: kau melukis aku.
Thank you friends ❤️
P.S. (I'm not the type to share/show what I feel. I used to think that someone will know what I feel eventhough I don't say it.
Tapi aku belajar kalo kata - kata dan ucapan sama pentingnya dengan action, and I write this to show my gratefulness to each of you)
'Till we meet again!
Comments
Post a Comment